Kuliah Online Lagi!

Duh, semester depan perkuliahan dilaksanakan secara online lagi!

Padahal, aku lebih menyukai perkuliahan tatap muka. Pun beberapa temanku mungkin akan berpendapat sama. 

Perkuliahan online kupandang kurang efektif karena selain kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk kuota yang tentu diperlukan dalam jumlah tidak sedikit, kita juga dihadapkan oleh masalah pemahaman yang pasti berbeda-beda setiap orang. Kalau kuliah tatap muka saja belum tentu paham, bagaimana dengan nasib kuliah online? Bisa-bisa cuma ngabisin kuota tapi ilmunya nggak dapet. Rugi dua kali, nggak, tuh?

Untungnya, permasalahan kuota ini sudah bisa teratasi dengan adanya bantuan kuota sana-sini; ada yang dari kemendikbud, ada yang dari pihak kampus. Oh, jangan lupakan juga kemurahan hati beberapa provider yang mengratiskan beberapa forum belajar. Pokoknya, masalah kuota—asal bisa berhemat dalam menggunakannya—aman! 

Nah, jika sudah memiliki sokongan kuota, apakah itu artinya kita bisa mengikuti proses perkuliahan dengan lancar sebagaimana yang diharapkan? Sayangnya, belum.

Proses perkuliahan berkaitan erat sekali dengan yang namanya diskusi. Artinya, informasi tidak hanya bisa didapat dari dosen, tetapi juga dari sesama mahasiswa melalui presentasi. Kegiatan diskusi ini, menurutku, lebih leluasa dilakukan secara tatap muka. Kalau secara online, sih, bisa. Tapi, kembali lagi, pemahaman setiap orang berbeda-beda. Ada yang mudah memahami, ada juga yang harus berusaha lebih agar bisa paham. Salah satu usaha agar bisa paham adalah dengan menyimak jalannya diskusi dari awal sampai akhir dengan baik dan mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang jelas atau kurang dipahami. Nah, kedua hal inilah yang sering terlupa pada forum diskusi online. 

Aku, atau mungkin kita, sering merasa kesulitan dalam mencerna materi pada diskusi online. Apalagi, jika teman-teman kita hanya mempresentasikan seadanya. Apalagi, jika dosen kita kurang memberikan penjelasan terkait matkul yang diampunya. Tapi, pernahkah kita berpikir sebaliknya?

Jangan-jangan, bukan materinya yang sulit.

Jangan-jangan, bukan teman kita yang tidak bisa mempresentasikan dengan baik.

Jangan-jangan, bukan dosen kita yang kurang dalam memberikan penjelasan.

Jangan-jangan, selama ini, tanpa kita sadari, kitalah yang sebenarnya telah lalai!

Kuliah pada hakikatnya menuntut ilmu. Dan untuk bisa memperoleh ilmu, ada adab-adab yang harus ditunaikan oleh seorang penuntut ilmu. Seringkali, karena kuliah online, kita jadi sering melupakan adab-adab tersebut. 

Contoh kecilnya saja, cara duduk. Kalau kuliah tatap muka, kita akan duduk dengan rapi dan menyimak materi dengan tenang. Karena apa? Karena ada dosen dan teman-teman disekeliling kita yang memperhatikan. Lalu, bagaimana dengan kuliah online? Ah, jangankan duduk dengan rapi. Kita malah berbaring dengan nyaman di atas kasur! Padahal saat itu diskusi sedang berlangsung. Belum lagi media sosial yang sangat menggoda untuk dibuka. Alhasil, bukannya mantengin grup diskusi, kita malah asyik scrooling insta-story. Munculnya, mah, cuma pas ngisi absen doang!

Itu hanya sedikit contoh. Di luar itu, pasti masih banyak penyelewangan lainnya yang kita lakukan. Kita bisa merasa aman karena tidak ada yang melihat. Padahal, kita selalu diawasi setiap saat oleh Dia. Iya, Dia yang memiliki sifat al-Bashir.

Yuk, kita ingat-ingat lagi kelalaian apasaja yang pernah kita lakukan pada perkuliahan online semester sebelumnya. Bisa jadi, karena kelalaian itu, Dia menunda pemahaman kita terhadap sesuatu. Sehingga kita merasa sulit, padahal kesulitan itu akibat kelalaian kita sendiri. Pada perkuliahan online semester ini, mari sama-sama kita perbaiki.

Semoga Allah selalu memudahkan jalan kita dalam menuntut ilmu 🌻

Komentar

  1. Semoga aku dan kamu dan orang orang diluar sana, semangat dalam menuntut ilmu dalam keadaan apapun, termasuk yang kita hadapi sekarang yaitu online.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iri Manusiawi

Merayakan Perpisahan

Pentol Kuah