Iri Manusiawi

Iri, menurutku itu suatu hal yang manusiawi. Apa ada orang di dunia ini yang bisa terhindar dari perasaan semacam ini? Maksudku, siapa saja, terlebih orang biasa dengan tingkat keimanan rata-rata tentulah pernah merasakannya. Entah iri itu datang dari perkara akhirat atau dunia, atau bisa juga keduanya? 

Ketika tampak di depan mata seseorang dengan segala kelebihannya, tentulah ada perasaan ingin menjadi seperti dirinya. Kehidupannya tampak indah sekali, kelihatannya. Dibandingkan hidupku, rasanya sangat biasa-biasa saja. 

Keluarga yang lengkap dan hangat, seperti apa rasanya berada di antara mereka? Rasa aman dan terlindungi yang membuatmu takkan takut menghadapi ketidakpastian dunia dengan segala ombang-ambing di dalamnya. Perlindungan yang bisa membuatmu berdiri tegak,  dan kasih sayang yang yang membuatmu merasa utuh. Aku, juga ingin perlindungan semacam itu.

Kamu takkan tahu, kebahagian yang tampak disenyummu menggores luka di hati terdalamku. Mengapa aku tidak bisa berbahagia dengan cara yang sama? Mengapa aku, tidak bisa sebahagia dirimu? 

Rasa iri yang menggelapkan hati. Membuatku lupa bersyukur atas nikmat yang telah kurasakan selama hampir dua puluh tahun hidup di dunia ini. Meski begitu, tetap saja, rasa itu terkadang hadir kembali tanpa ku pinta. 

Lagipula, seperti kataku di awal, iri itu manusiawi, kan? Atau, aku hanya sedang mencari pembenaran? 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Perpisahan

Pentol Kuah