Janji Pada Diri
Janji Pada Diri Kesal pada diri sendiri yang begitu mudah mengingkari janji. Berkata akan berubah, tapi terlalu malas untuk berbenah. Marah pada diri sendiri yang betah berlena-lena pada hal sia-sia. Menunda seakan jadi kebiasaan. Zona nyaman terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Padahal, waktu terus berjalan maju tanpa sudi menolehkan wajah ke belakang. Dalam tawa sumbang penuh rasa kasihan, sang waktu berbisik pelan, 'hai diri yang lalai, lekaslah sadar, atau kau akan habis oleh perputaranku!' Ingin memaki diri yang masih betah berdiam diri padahal orang-orang sudah mulai berlari. Apasih, yang sedang ditunggu? Kesempatan? Ada berapa banyak kesempatan yang dibiarkan lewat begitu saja? Terlalu merendah pada kemampuan diri, padahal Allah menitipkan segala potensi. Iya, potensi terpendam yang tidak pernah digali. Belum lagi buruk sangka akan masa depan yang melahirkan banyak ketakuan. Apasih, yang ditakuti? Masa depanmu akan baik-baik saja selagi Allah ada di sana. Iy...