Janji Pada Diri
Janji Pada Diri
Kesal pada diri sendiri yang begitu mudah mengingkari janji. Berkata akan berubah, tapi terlalu malas untuk berbenah.
Marah pada diri sendiri yang betah berlena-lena pada hal sia-sia. Menunda seakan jadi kebiasaan. Zona nyaman terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Padahal, waktu terus berjalan maju tanpa sudi menolehkan wajah ke belakang. Dalam tawa sumbang penuh rasa kasihan, sang waktu berbisik pelan, 'hai diri yang lalai, lekaslah sadar, atau kau akan habis oleh perputaranku!'
Ingin memaki diri yang masih betah berdiam diri padahal orang-orang sudah mulai berlari. Apasih, yang sedang ditunggu? Kesempatan? Ada berapa banyak kesempatan yang dibiarkan lewat begitu saja? Terlalu merendah pada kemampuan diri, padahal Allah menitipkan segala potensi. Iya, potensi terpendam yang tidak pernah digali.
Belum lagi buruk sangka akan masa depan yang melahirkan banyak ketakuan. Apasih, yang ditakuti? Masa depanmu akan baik-baik saja selagi Allah ada di sana. Iya, janji Allah itu, nyata. Kau hanya perlu menanam yakin dan menyuburkan usaha.
Masa depanmu sudah diatur sedemikian rupa, bahkan jauh sebelum kau terlahir ke dunia. Lalu, apa yang menghalangimu untuk percaya? Apa yang menghambat langkahmu untuk mendekat kepada-Nya? Telalu naif bagimu jika hanya mengandalkan usahamu yang tak seberapa. Tanpa-Nya, kau tidak bisa apa-apa.
Dekati Dia. Cukuplah suduh kesenangan-kesenangan yang melenakan itu menjauhkanmu dari-Nya. Cukuplah sudah maksiat-maksiat yang kau perbuat itu menorehkan titik hitam pada hatimu, yang jumlahnya tak bisa lagi kau hitung saking banyaknya, yang menghalangi masuknya cahaya yang selalu kau pinta.
Sekarang, mulai detik, menit, jam berikutnya setelah tulisan ini selesai kau baca, berjanjilah untuk satu hal. Tidak usah lagi membuat janji-janji yang baru. Cukup tepati saja janji-janji lamamu itu. Iya, berjanjilah untuk tidak lagi mengingkari janji kepada diri. Kau pasti masih mengingat apa saja janji-janji yang terlupakan itu, kan? Tidak perlu menuliskannya lagi. Cukup letakkan di dalam pikiranmu dan mulailah menepatinya satu persatu. Tidak sulit, kan?
Semoga Allah selalu memberikan kemudahan untukmu 🌻
Komentar
Posting Komentar