Cinta Palsu
K enapa memilih masuk jurusan Bahasa Arab?" Agaknya, kalimat semacam ini menjadi pertanyaan yang hampir tidak pernah terlewat untuk ditanyakan di awal perkuliahan. Siapapun dosennya, apapun mata kuliah yang diampunya. Mereka seakan bersepakat memasukkan pertanyaan yang satu ini sebagai penutup dari pertanyaan-pertanyaan lain yang sudah lumrah ditanyakan seperti nama, tempat dan tanggal lahir, asal daerah dan tempat tinggal, latar belakang pendidikan, dan sebagainya. Kalau boleh ku sebut, pertanyaan pamungkas. Di semester berikutnya, ketika bertemu dosen baru dan mata kuliah yang baru, pertanyaan ini akan kembali diajukan. Memang tidak semua, tapi kebanyakan begitu. Pun di semester lusa tidak munutup kemungkinan kita akan kembali dihadapkan pada pertanyaan ini. "Kenapa memilih masuk jurusan Bahasa Arab?" Hmm… Kenapa, ya? Kok sepertinya dosen-dosen ini 'kepo' sekali dengan pilihan yang telah dibuat oleh mahasiswa/i barunya? Apa pentingnya sebuah...