Menyesal Tidak Menulis
Kalau ditanya tentang hobi, jawabanku pasti tidak akan jauh-jauh dari membaca dan menulis. Aku telah menyenangi kedua kegiatan ini sejak masih sekolah dasar. Aku sangat suka membaca majalah anak-anak yang memuat banyak cerita pendek dan cerita bergambar di dalamnya, bahkan aku membelinya hampir setiap bulan. Lalu secara alami timbul keinginan untuk membuat cerita pendekku sendiri. Akhirnya, aku mulai menulis di kelas lima. Dimulai dari menulis diary yang hanya bisa kubaca sendiri, lalu mulai memberanikan diri menulis cerita untuk dibaca teman-temanku.
Bagiku, dulu, membaca dan menulis hanyalah sebuah hobi. Iya, sesuatu yang kusenangi untuk dikerjakan. Seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami. Membaca dan menulis bukanlah kesenangan belaka, tetapi kebutuhan setiap manusia. Dan jangkauannya pun tidak sesempit cerita pendek yang biasa aku baca, tetapi mencakup ilmu pengetahuan seluruhnya. Bahkan, di dalam islam, perintah pertama yang turun kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah membaca:
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan."
Membaca adalah jalan menuju perolehan ilmu pengetahuan. Lantas, jika dengan membaca kita bisa memperoleh ilmu pengetahuan, apakah cukup sampai disitu saja? Ternyata, tidak. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
"Ikatlah ilmu dengan tulisan."
Juga perkataan Imam Asy-Syafi'i rahimahullah:
الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ
فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ
"Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engakau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja."
Tulisan akan mengikat ilmu pengetahuan. Karena itu, hal selanjutnya yang perlu kita lakukan ketika memperoleh ilmu pengetahuan adalah menuliskannya. Dengan perantara tulisan, sebuah ilmu akan abadi dan akan lebih mudah untuk disebarkan sehingga jangkauan kebermanfataannya akan lebih luas.
Belakangan, aku mulai merasa menyesal. Entah sudah sebanyak apa ilmu pengetahuan yang kubiarkan menguap sia-sia tanpa menuliskannya.
Padahal, ilmu-ilmu itu pasti akan lebih bermanfaat jika kuabadikan ke dalam tulisan. Padahal, tulisan-tulisan yang berisi ilmu itu bisa dibagikan lagi kepada orang lain.
Siapa tahu, tulisan-tulisan yang mengandung ilmu dan nilai-nilai kebaikan itu bisa menjadi amal jariyah untuk kita dan guru-guru kita. Siapa tahu, ada hati yang terketuk setelah membacanya dan tergerak untuk melakukan nilai-nilai kebaikan di dalamnya.
Karena itu, mulailah menuliskan ilmu dari sekarang. Sekecil apapun, sesedikit apapun, pasti ada nilai kebermanfataan di dalamnya.
Semoga tulisan ini menjadi pengingat untukku, kamu, dan kita agar tidak menyesal karena tidak pernah menulis.
Terimakasih banyak, sukses selalu buat langit biru
BalasHapusMakasih ya udah nulis ini🖤
BalasHapus