Teman Berjuang
Pada suatu waktu, kau termenung memandangi deretan kertas yang tertempel rapi di salah satu sudut dinding kamarmu. Bukan kertas biasa. Padanya, mimpi-mimpimu kau abadikan dalam goresan tinta berwarna-warni—merah muda, biru dan jingga menjadi pilihan warna kesukaanmu—berikut rencana dan target-terget yang telah kau perhitungkan dalam kadar yang sesuai dengan kemampuanmu. Tidak lupa pula kau sertakan kalimat-kalimat motivasi sebagai penguat langkahmu untuk mencapai mimpi-mimpi yang berharga itu. Kau berusaha membuatnya secantik mungkin, menghiasnya dengan origami berbentuk hati agar tidak membosankan ketika dipandangi. Belum cukup dengan origami, kau tambahkan lagi stiker berbentuk karakter-karakter lucu yang kau sukai. Sudut kamarmu yang hampa berubah penuh warna. Kau senang memandanginya dan kau bersemangat untuk mewujudkan mimpi-mimpi indahmu yang terukir disana. Tapi, sesuatu dalam dirimu kemudian mengkhianatimu tanpa kau duga-duga; kemalasan itu datang tanpa aba-aba....