Untuk kamu
Terlepas dari hal apapun yang sedang kamu perjuangkan saat ini, jangan tergesa-gesa, ya. Pelan-pelan saja. Nikmati prosesmu. Jangan sampai kamu kehilangan banyak hikmah yang bisa kamu dapat dalam perjalananmu hanya karena silau melihat orang lain yang telah sampai di tujuannya terlebih dahulu.
Jadikan orang-orang itu penyemangatmu. Entah kesulitan, ketakutan, kekhawatiran, semua itu adalah amunisi yang membuatmu tetap bergerak maju. Alih-alih melawan, kamu bisa menjadikan mereka teman. Bukankah tanpa mereka perjalananmu akan terasa hampa dan membosankan?
Jangan terlalu sering berpikir berlebihan, ya. Takdirmu sudah ditentukan. Yang perlu kamu lakukan hanyalah berusaha dan mendoakan yang terbaik.
Aku selalu bangga pada kemajuanmu sekecil dan sesedikit apapun itu. Oleh karena itu jangan terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kamu mampu, Allah telah menganugerahimu potensi terbesar yang tidak di berikannya kepada makhluk lain; akal. Allah pemilik segala kemudahan dan kau akan baik-baik saja selama mendekat kepada-Nya.
Kamu berharga. Setidaknya, untuk ibumu. Adakah orang yang paling berhak untuk kamu bahagiakan kecuali ibumu? Tidak ada. Karena itu, jangan dulu menyerah meskipun lelah.
Tulisan ini kutulis khusus untukmu yang dalam diam selalu menyimpan kekhawatiran.
Semoga Allah selalu menjagamu dan memudahkan semua urusanmu.
Iya, kamu. Diriku.
Komentar
Posting Komentar