Maaf Kepada Diri

Di momen lebaran ini, hal yang tak kalah penting dari meminta maaf kepada sanak keluarga, kerabat, orang terdekat, ataupun orang-orang yang kita pernah bersalah dengan mereka, adalah meminta maaf kepada diri sendiri. Disadari atau tidak disadari, diri sendiri lebih sering kita dzolimi, bahkan setiap hari.

Seberapa sering kita menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang tak semestinya?
Seberapa sering kita menggunakan telinga untuk mendengar hal-hal yang tidak semestinya?
Seberapa sering kita menggunakan mulut untuk mengucap hal-hal yang tidak semestinya?
Seberapa sering kita menggunakan tangan dan kaki untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya?

Tak terhitung jumlahnya.

Hati sering kali kita biarkan kosong dan menghampa dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mulia. Pikiran sering kali kita penuhi dengan urusan duniawi mengabaikan urusan ukhrawi.

Kita mengira semua anggota badan kita akan selamanya terdiam dalam kebisuan. Padahal mereka hanya sedang menunggu waktu untuk mengadukan semua kesewenangan dan kemaksiatan yang dilakukan.

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."


🌼🌼🌼


Ditulis pada : 2 syawal 1442 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iri Manusiawi

Merayakan Perpisahan

Pentol Kuah