Sekali Lagi
Sekian lama tidak menulis dan hampir melupakan caranya. Membaca satu persatu tulisan lama terkadang bisa membuat geli diri sendiri. Aku menikmati proses dibalik setiap cerita sederhana itu. Setiap kata hinga tanda baca tidak luput dari perhatian. Meski, yah, selalu ada kekurangan yang menuntut perbaikan. Setiap tokoh kuperlakukan seperti teman, seolah mereka memang benar nyata dan sedang menceritakan kisahnya lewat aksara yang kutuliskan.
Aku menyukai cerita ringan yang tak sampai membuat alis berkerut ketika membacanya. Atau, membuatku berpikir terlalu keras ketika ingin mengungkapkannya. Sesedikit apapun itu, aku selalu berusaha menyisipkan makna dalam setiap cerita. Mana tahu tulisanku yang sederhana bisa menyentuh hati walau tidak seberapa.
Ah, saat ini, aku sedang benar-benar merindukan perasaan semacam ini. Rupanya, menulis perlahan sudah menjadi bagian dari diriku, meski sudah sekian lamanya terjeda. Perasaan rindu itu akan menarikku kembali sebelum sempat berpikir untuk meninggalkannya.
Aku ingin menuliskan banyak hal tapi seperti kehilangan kata-kata. Mungkin, karena rindu itu hadir di saat aku belum mempersiapkan apa-apa. Hingga hanya ini sajalah yang mampu ku tuliskan untuk mengungkapkan rasa yang entah apa.
Anggap saja ini sebagai bentuk pelarian dari semua jenuh yang sedang kurasakan. Aku masih mempercayai bahwa menulis adalah salah satu cara untuk penyembuhan. Dan disini, aku mencoba menyembuhkan diri.
Sekali lagi.
Komentar
Posting Komentar