Mengelola Insecure (Catatan Webinar Teh Qoonit)

 

Insecure lawan dari kata secure yang dapat diartikan sebagai perasaan tidak aman. Perasaan tidak aman itu bisa timbul karena kekhawatiran atas hal-hal yang belum  bisa dipastikan, perasaan rendah diri, tidak berharga, dan perasaan lainya yang disadari atau tidak melemahkan jiwa kita.

Faktanya, semua orang pasti pernah mengalami insecure. Karena pada dasarnya kehidupan di dunia ini adalah perpindahan dari satu ujian ke ujian.

Nah pertanyaannya, apa rasa insecure itu bisa kita kelola?

Sebelum mengetahui jawabannya, alangkah baiknya kita ketahui dulu penyebab seseorang bisa terserang insecure.

Penyebab insecure

Keluar dari zona nyaman

Setiap dari kita pasti merasa betah pada zona nyaman (comfort zone). Ketika kita mencoba keluar dari comfort zone, kita akan masuk ke fear-zone. Di fear-zone ini, kita akan menemukan pengalaman baru dan kita belum memiliki pengetahuan tentang itu sebelumnya, di mana perasaan insecure seringkali menghampiri. Setelah berhasil melalui fear-zone, sampailah kita pada learning zone, fase yang membuat kita belajar dan terus berkembang. Meski tidak nyaman, tapi kita memang harus keluar dari comfort zone kita karena itu merupakan satu tahap untuk belajar.

Jadi, urutannya comfort zone-fear zone-learning zone.

Pada masa Rasulullah, beliau mendidik para sahabatnya dengan menempatkan mereka pada zona tidak nyaman. Seperti pada perang badar 300 melawan 1000. Itu salah satu cara untuk mendidik para sahabat agar benar-benar bergantung pada Allah. Juga pada masa perang khandaq, ketika kaum muslimin yang berperang Allah tempatkan pada posisi tekepung, kesulitan bahan makanan sebagai ujian bagi mereka.


2.      Membandingkan diri dengan orang lain

Pada zaman media sosial kita sering melihat aktivitas orang lain lalu mulai membandingkan diri dengan mereka, padahal itu tidak ada kaitannya dengan kita. Allah dan Rasul tidak pernah meminta kita membandingkan diri dan berlomba dengan orang lain, kecuali dalam kebaikan, tetapi Allah dan Rasul meminta kita membandingkan diri dengan diri kita sendiri

"Seorang muslim hari ini harus lebih baik dari  hari kemarin."

Maka, Sering-seringlah bermunasabah diri. Ketika kita membandingkan diri dengan diri kita sendiri akan berujung kepada produktivitas.

Ingat, peristiwa pertama ketika membandingkan diri dengan orang lain adalah iblis. Iblis yang diciptakan dari api membandingkan dirinya dengan Adam yang diciptakan dari tanah. Dari sana, timbulah kesombongan. Akibatnya, iblis dikeluarkan dari surga

 

3.     Berharap pada Manusia

Kalau kita berharap pada manusia sama saja kita bergantung pada tempat yang sangat rapuh, berarti kita harus menyiapkan ruang yang besar untuk kecewa, karena memang tabiatnya manusia yang mudah mengecewakan.

Karena itu,  sebagai muslim hendaknya kita hanya bergantu kepada Allah.

Kita sebagai muslim tidak pernah kekurangan apresiasi, kita baru niat berbuat baik saja sudah diberi pahala dari Allah. Contoh sederhananya, saat baca alquran, 1 huruf dibalas 10 kebaikan. Bahkan sebuah senyum dihitung pahalanya sebagai sedeqah.

 

4.      Ketika kita menghadapi krisis/ujian.

Setiap kita pasti menghadapai ujiannya masing-masing, entah kita di atas, dibawah, senang, susah, ramai, sendiri, selalu ada ujiannya. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapi ujian itu, apakah mendekatakan atau menjauhkan diri kepada Allah. Karena sebenarnya ujian itu diberikan agar kita bisa belajar

 

Mengelola Insecure

 

1.      Seimbangkan dunia dan akhirat 

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (Al-Qashash : 77)

2.      Self Talk-Self Awarness

Memahami diri sendiri, apa kekuranganmu? Apa kelebihanmu?

Orang yang inscecure biasanya tidak memahami dirinya, banyak yang merasa galau tapi tidak tahu galaunya kenapa? Self talk-self awareness untuk mengetahui penyebabnya dan solusinya.

Rasulullah mengajari kita untuk bermuhasabah sebelum tidur, mengecek kebaikan apa dan kemaksiatan apa yang kita lakukan sepanjang hari. Agar kita bisa mengintropeksi.

3.      Bertaubat dan memaafkan diri sendiri

Healingnya adalah kita mengakui kesalahan kita dan jangan pernah takut bertaubat kepada Allah bahkan untuk kesalahan berulang.

4.      Sadari bahwa diri tidak sempurna

Give your best, kesempurnaan hanya milik Allah.

Manusia berusaha, Allah menentukan.

Kita butuh bergantung secara penuh kepada Allah.

5.      Taat

Cara self-love terbaik adalah taat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iri Manusiawi

Merayakan Perpisahan

Pentol Kuah