Manajemen Waktu ala teh Qoonit

Seringkali, kita merasa memiliki banyak sekali pekerjaan atau urusan yang harus diselesaikan sementara waktu yang tersedia untuk kita mengerjakan semua itu sangatlah sedikit. Sebaliknya, adapula yang merasa memiliki banyak sekali waktu luang sampai bingung harus melakukan apa untuk mengisi keluangan waktunya. Ujung-ujungnya, malah gabut sendiri.

Kita mungkin bisa membuat jadwal untuk membantu me-manage waktu kita. Namun, jadwal-jadwal yang sudah kita susun sedemikian rupa, sering kali malah tidak terjalankan karena satu dan lain hal. Alhasil, hanya berakhir sebagai pajangan dinding kamar.

Mengapa bisa begitu?

Jawabannya mungkin karena kurangnya keberkahan waktu.

Manajemen waktu tidak hanya berkaitan dengan pengaturan waktu. Ada banyak faktor yang bisa membuat urusan kita lancar, atau justru membuat urusan kita tersendat. Karena itu, kita tidak bisa me-manage waktu seorang diri karena waktu bukan milik kita.

Maka, ketika berbicara tentang manajemen waktu, kita juga akan dipertemukan dengan keberkahan waktu.

Apa itu keberkahan waktu?

Keberkahan waktu adalah kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu yang sedikit.

Lalu, darimana keberkahan waktu bisa kita dapat? 

Keberkahan waktu akan kita dapat ketika senantiasa dekat dengan Allah. Sebelum memulai pekerjaan, lebih baiknya kita tunaikan dulu hak-hak Allah; seperti sholat wajib, sholat sunnah, dzikir, membaca Al-Qur'an, dll. Sehingga setelahnya, ada keberkahan waktu yang mengalir di sepanjang hari kita. Keberkahan tersebut bermacam-macam bentuknya, bisa berupa kelancaran urusan atau pertolongan untuk menjalani hari-hari kita.

Percayalah, jika kita mendahulukan hak-hak Allah, maka disanalah letak keberkahan waktu.  Semoga dengan kita mendahulukan urusan Allah, Allah akan memudahkan urusan kita.

Kemudian, setelah kita menemukan keberkahan waktu, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah tidak menunda pekerjaan. Ini merupakan prinsip kita sebagai seorang muslim yang ada di surah al-insyirah ayat 7: 

"Maka apabila kamu sudah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain."

Ketika selesai dengan satu pekerjaan maka langsung disambung dengan pekerjaan lainnya. Sehingga seluruh waktu kita termanfaatkan dengan baik dan tidak terbuang sia-sia.

Boleh-boleh saja mengambil jeda sejenak untuk beristirahat. Tapi maksimalkan waktu jeda tersebut untuk istirahat dan bukan untuk sesuatu yang melalaikan.


🌻

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iri Manusiawi

Merayakan Perpisahan

Pentol Kuah