Orang-Orang Baik


Orang-orang baik

Sulit. Seberapa keras pun mencari, aku tetap tidak dapat menemukan kata-kata puitis yang dapat menggambarkan rasa syukurku dipertemukan dengan orang-orang ini. Barangkali aku memang tidak seharusnya susah-susah memikirkan. Karena syukur perihal rasa, bukan logika matematika.

Kalau diingat-ingat lagi, dulu kami tidak seakrab ini. Ah, bahkan sampai sekarangpun aku masih saja merasa canggung saat bersama mereka. Aku terlalu kaku dan membosankan. Tidak asyik diajak mengobrol atau menggosip ala anak perempuan. Sering kali berpikir, bagaimana orang sepertiku bisa memiliki teman? Terutama dilingkungan baru. Perkuliahan. Terpisah dari teman-teman yang sudah lama aku kenal.

Berkenalan lagi, beradaptasi lagi. Aku benci namun tidak bisa melarikan diri.

Untuk memulai pendekatan terlebih dahulu, itu sama sekali bukan keahlianku. Selama ini, orang lain lah yang mendekat. Diantara mereka ada yang betah menetap, tapi tidak sedikit yang memilih pergi.

Tetapi, entah menetap atau pergi, aku selalu yakin bahwa mereka adalah orang-orang baik yang selalu aku pinta di dalam doa-doaku. Iya, aku selalu meminta untuk dipertemukan dengan orang-orang baik. Terutama dilingkungan baru dengan orang-orang baru yang wataknya tidak aku tahu.

Jadi, siapapun kamu; dia; mereka; orang-orang yang pernah singgah dikehidupanku secara sengaja atau tidak, baik yang menetap sebentar lalu pergi, atau menetap hingga saat ini, adalah orang-orang baik yang ku yang ku yakini dikirimkan oleh semesta sebagai jawaban dari doa-doa ku. Bahkan jika diantara mereka ada yang menyakitiku, atau pergi dengan meninggalkan bekas luka. Bagiku, mereka tetaplah orang-orang baik itu.

Termasuk, mereka ini, yang kubicarakan di paragraf awal tulisan. Mereka yang tanpa bosan merangkulku, melempar canda untuk ditertawakan bersama, membagi cerita dan menghabiskan waktu bersama. Sekarang, tertawa lepas rasanya mudah sekali.

Pertemuan kami agaknya sebuah ketidaksengajaan yang disengaja oleh semesta. Pun pertemanan ini bukanlah sesuatu yang terencana. Seperti air yang mengalir mengikuti arus, siapa yang tahu kami bisa saling membersamai hingga hari ini, tepat ketika foto ini diambil siang hari tadi.

Perihal masa depan, tentu tidak ada yang tahu. Tapi, aku akan terus meminta hal yang sama setiap hari. Ah, mungkin juga perlu ditambah lagi. Untuk orang-orang baik disekitarku, semoga Allah selalu menjaga kalian, menjaga ku, menjaga kita.

.
.
.

Special thanks :

Erni
Nornajjiati
Halimah Zuhud
Siti Sofiah Mita Murni
Putri Cahyati
Putri Amelia Rosanti
Jauhar Latifah

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iri Manusiawi

Merayakan Perpisahan

Pentol Kuah